resah...
laksana duri yang menusuk dan tertinggal di lapisan kulit..
perih...
sedih..
gundah...
tak ada kata yang mampu melukiskan
apa yang tengah kurasakan...
extra flight... hanya itu harapan satu2nya untuk bisa mengantarkan aku pada gerbang ketenangan yang entahlah.. mungkin aku akan tenang setelah berada di ranah minang atau aku akan selalu dalam pelukan kegelisahan...
aku benar2 kacau...
penerbangan yang singkat kulalui menuju Padang kota tercinta...
gelap...
kelam...
inilah palung laut kehidupan terdalam yang penah aku alami...
menatap kota padang tanpa satu sinaran apapun dirumah penduduknya...
pasca gempa bumi dengan kekuatan -aku tidak yakin- 7,6 SR,
kota padang lumpuh, dengan isitilah yang lebih keren lagi... Sumatera Barat mendapat serangan jantung koroner...
aku hanya mampu menghela nafas panjang....
bandara sangat ramai...
ratusan orang dari luar kota datang ke Padang...
kebanyakan dari mereka adalah orang Rantau...
hanya ada satu alasan.. "saluang lah maimbau pulang"...
anehnya... kali ini salauang bergema diseluruh belahan dunia...
kalau seluruh bantuan datang ke sumatera barat, kenapa kita yang tuan rumah only keep silent...
sudahlah...
jangan terlalu ribut dan diributkan...
kita sudah cukup panic dengan masalah bendana ini...
Terimakasih Tuhan...
Terimakasih atas semua bentuk Kasih SayangMU...
Amiin
Rabu, 07 Oktober 2009
Sabtu, 06 Juni 2009
FIGHTING...!!!
PERJUangan tanpa henti akan terus berlangsung sampai kita mengalami kematian...
hidup adalah perjuangan...
berjuang untuk hidup atau hidup untuk berjuang...
silakan memilih...
yg penting setiap pilihan ada resiko n kita harus ready tuk mempertanggungjawabkannya...
entah di dunia atau di akhirat, secara... aku kan percaya dengan adanya akhirat...
so...
its up to u...
hidup adalah perjuangan...
berjuang untuk hidup atau hidup untuk berjuang...
silakan memilih...
yg penting setiap pilihan ada resiko n kita harus ready tuk mempertanggungjawabkannya...
entah di dunia atau di akhirat, secara... aku kan percaya dengan adanya akhirat...
so...
its up to u...
Rabu, 01 April 2009
GUBERNUR BAND
GUBERNUR BAND...*** band nih dah punya banyak mimpi... tapi belum ada yg benar2 terwujud... sim salabim abra kadabraaaa.... persaudaraan aku dengan ade sang vokalis membuat kita semakin zero to hero... hehehe.. kita nyari tempat rekaman dan terdamparlah kita di v-flat kepunyaan bang ervan... kita rekaman 4 hari..nyaris staminan kita habis... soalnya kebagian rekaman malam hari... mudah2an kita lolos seleksi wil sumbagteng... please support us ya... ==== *** arie-ade-mas-frans-reza *** ====
masihkah..



hei... ini kenangan terindah bersama ibu tercinta.... awalnya kami datang ke bukittinggi untuk menghadiri pesta pernikahan saudara ku neni... dia ngk teman, tapi anak angkat dikeluarga kami, begitu juga aku, anak angkat dikeluarga neni... ini pernikahan yang spektakuler... neni sudah menemukan jalan hidupnya yang telah di atur oleh Tuhan... dia sangat beruntung.... semoga kau lebih beruntung... aku beruntung karena masih diberi kesempatan untuk bisa berfoto berdua dengan ibu... ibu yang sangat tidak suka difoto... dan inilah perjalanan paling berkesan bareng ibu, entah kapan akan bisa seperti ini lagi... dunia ku dan ibu sangat jauh berbeda... tapi beliau sangat menyayangiku... kasih beliau adalah udara yang selalu kuhirup dari detik ke detik waktu yang kulalui... semoga... suatu hari aku bisa jalan2 atau berpergian bersama ayah dan ibu... kami bertiga saja... amiiin thanks to adek for ur picture...
Sabtu, 21 Februari 2009
surat tuk bang ikal
assalamu'alaikum w w
perkenalkan, nama saya yani, 25 tahun asal padang sumatera barat
hari ini adalah hari yang.... lumayan berat...
surat ini saya khususkan kepada bang Ikal (Andrea Hirata)
saya tidak tau harus mulai dari mana...
waktu berjalan begitu cepat.. dan saya tidak ingin berhenti hanya sampai disini saja...
hidup harus berjalan...
saya akan bercerita tentang seseorang... namanya dr. hastuti wiliana
saat ini kak tuti (sepupu saya) bekerja sebagai dokter jaga di IGD M. Djamil padang
bagi saya, dialah satu-satunya orang yang menjadi inspirasi dan motivator, hingga saya bisa seperti saat ini...
kebiasaan kak tuti sbg seorg kutu buku telah membawa kakak menjadi seorang dokter dan menulari saya untuk gemar membaca...
tapi... 3 minggu lalu, ayah beliau (paman saya) terkena serangan jantung dan stroke, beliau dirawat dan alhamdulillah sekarang sudah kembali ke rumah...
kami berhasil memberikan semangat kepada ayah kak tuti untuk sembuh, namun lain kehendak Tuhan...
tiga hari yang lalu, saya bertemu dengan kak tuti di rumah saya,
sore itu adalah sore yang tak terlupakan,
saya pikir kakak cuma datang untuk menjemput makanan yang akan dibawa kerumah sakit, saya tidak banyak ngobrol karena seleng beberapa menit kakak langsung pamit dan menuju halaman,
ibu menarik saya dan mengatakan sebuah kalimat...
kalimat yang menyesak dan kemudian memaksa air mata saya menetes...
"kakak akan operasi, ada benjolan di payudaranya... temuilah, nanti malam kakak sudah mulai rawat inap di rumah sakit..."
aku tertegun, terdiam... perlahan aku mengulurkan tangan, tanpa mampu membuka mulut dan tak tau apa yang akan ku ucapkan...
"aku akan do'akan semoga berjalan lancar"
kakak berlalu....
kemaren aku datang kerumah sakit, aku mendapat kabar dari mama kak tuti bahwa kakak akan dikemoterapi... 'kanker'... itulah kata yang disampaikan oleh mama...
aku terdiam...
aku berlari...
aku menangis....
aku tidak sanggup datang menemui kakak di kamar rawat inapnya....
siang ini aku merasa sudah cukup kuat...
kebetulan pamanku (ayah kak tuti) akan keluar dari rumah sakit, jadi aku langsung saja ikut membantu beliau... sembari menunggu urusan administrasi selesai... aku berjalan menuju ruang inap kakak...
tertegun...., kembali aku terdiam mendapati senyumannya yang khas...
"apa kabar yan..." tanya kakak.. harusnya aku yang menanyakan itu...
aku mencoba tuk tersenyum...
kami tidak banyak bicara karena ada tamu, temannya kakak yang juga bertugas di IGD...
aku mendengar obrolan mereka... ternyata kakak mengidap kanker stadium satu...
aku menghindar ke balkon dan termenung... entah apa yang ada di pikiranku...aku juga tidak tau apa2...
ku hapus air mata yang kini membasahi pipiku...
aku berusaha menelan tangis dan mengankat kepalaku...
aku hanya ingin mencoba memberikan yang terbaik untuk kakak....
dulu kami pernah bergurau...
"kak yang namanya andrea itu unik ya...."
"nanti pasti bisa bertemu...."
ya... aku berharap dengan tulisan ini...
abang ikal berkenan mampir kepadang...
akan ku ajak abang bertemu dengan kakakku yang merupakan satu2 nya dokter dikeluarga kami,...
yang punya kesabaran dan hati seluas samudera...
yang menjadi dokter di daerah terpencil (mentawai) beberapa tahun lalu... dengan alasan untuk membantu sesama...
yang juga pernah menjadi relawan untuk korban gempa di bantul yogyakarta...
aku ingin abang ke padang...
temui kakak ku.... sekali saja....
karena kami sama2 belajar dan banyak mengambil hikmah dari tetralogi laskar pelangi yang abang tulis...
aku ingin abang memberi kakak kesempatan untuk memeluk mimpinya....
hanya ini yang mampu aku persembahkan untuk kakakku yang juga telah mengajarkan aku ...
"Jangan takut bermimpi..." jauh sebelum kami mebaca tulisan abang...
terimakasih
perkenalkan, nama saya yani, 25 tahun asal padang sumatera barat
hari ini adalah hari yang.... lumayan berat...
surat ini saya khususkan kepada bang Ikal (Andrea Hirata)
saya tidak tau harus mulai dari mana...
waktu berjalan begitu cepat.. dan saya tidak ingin berhenti hanya sampai disini saja...
hidup harus berjalan...
saya akan bercerita tentang seseorang... namanya dr. hastuti wiliana
saat ini kak tuti (sepupu saya) bekerja sebagai dokter jaga di IGD M. Djamil padang
bagi saya, dialah satu-satunya orang yang menjadi inspirasi dan motivator, hingga saya bisa seperti saat ini...
kebiasaan kak tuti sbg seorg kutu buku telah membawa kakak menjadi seorang dokter dan menulari saya untuk gemar membaca...
tapi... 3 minggu lalu, ayah beliau (paman saya) terkena serangan jantung dan stroke, beliau dirawat dan alhamdulillah sekarang sudah kembali ke rumah...
kami berhasil memberikan semangat kepada ayah kak tuti untuk sembuh, namun lain kehendak Tuhan...
tiga hari yang lalu, saya bertemu dengan kak tuti di rumah saya,
sore itu adalah sore yang tak terlupakan,
saya pikir kakak cuma datang untuk menjemput makanan yang akan dibawa kerumah sakit, saya tidak banyak ngobrol karena seleng beberapa menit kakak langsung pamit dan menuju halaman,
ibu menarik saya dan mengatakan sebuah kalimat...
kalimat yang menyesak dan kemudian memaksa air mata saya menetes...
"kakak akan operasi, ada benjolan di payudaranya... temuilah, nanti malam kakak sudah mulai rawat inap di rumah sakit..."
aku tertegun, terdiam... perlahan aku mengulurkan tangan, tanpa mampu membuka mulut dan tak tau apa yang akan ku ucapkan...
"aku akan do'akan semoga berjalan lancar"
kakak berlalu....
kemaren aku datang kerumah sakit, aku mendapat kabar dari mama kak tuti bahwa kakak akan dikemoterapi... 'kanker'... itulah kata yang disampaikan oleh mama...
aku terdiam...
aku berlari...
aku menangis....
aku tidak sanggup datang menemui kakak di kamar rawat inapnya....
siang ini aku merasa sudah cukup kuat...
kebetulan pamanku (ayah kak tuti) akan keluar dari rumah sakit, jadi aku langsung saja ikut membantu beliau... sembari menunggu urusan administrasi selesai... aku berjalan menuju ruang inap kakak...
tertegun...., kembali aku terdiam mendapati senyumannya yang khas...
"apa kabar yan..." tanya kakak.. harusnya aku yang menanyakan itu...
aku mencoba tuk tersenyum...
kami tidak banyak bicara karena ada tamu, temannya kakak yang juga bertugas di IGD...
aku mendengar obrolan mereka... ternyata kakak mengidap kanker stadium satu...
aku menghindar ke balkon dan termenung... entah apa yang ada di pikiranku...aku juga tidak tau apa2...
ku hapus air mata yang kini membasahi pipiku...
aku berusaha menelan tangis dan mengankat kepalaku...
aku hanya ingin mencoba memberikan yang terbaik untuk kakak....
dulu kami pernah bergurau...
"kak yang namanya andrea itu unik ya...."
"nanti pasti bisa bertemu...."
ya... aku berharap dengan tulisan ini...
abang ikal berkenan mampir kepadang...
akan ku ajak abang bertemu dengan kakakku yang merupakan satu2 nya dokter dikeluarga kami,...
yang punya kesabaran dan hati seluas samudera...
yang menjadi dokter di daerah terpencil (mentawai) beberapa tahun lalu... dengan alasan untuk membantu sesama...
yang juga pernah menjadi relawan untuk korban gempa di bantul yogyakarta...
aku ingin abang ke padang...
temui kakak ku.... sekali saja....
karena kami sama2 belajar dan banyak mengambil hikmah dari tetralogi laskar pelangi yang abang tulis...
aku ingin abang memberi kakak kesempatan untuk memeluk mimpinya....
hanya ini yang mampu aku persembahkan untuk kakakku yang juga telah mengajarkan aku ...
"Jangan takut bermimpi..." jauh sebelum kami mebaca tulisan abang...
terimakasih
perjalanan masih panjang
hal yang membuatku selalu merasa hidup adalah ketika menemukan orang lain tersenyum tulus...
Kamis, 05 Februari 2009
Masih berjalaN
.... ada banyak hal yang telah terjadi dalam hidup ini, setelah semua berlalu hanya sebagian orang yang mampu menjadikan penyesalan sebagai sebuah kenangan .... dan itu lah yang kini ku lakukan...
terkadang orang lain hanya bisa menilai diri kita tanpa mau mengenal lebih dalam tentang kita,
mereka tidak pernah mau tau tentang sesuatu yang direncanakan Tuhan melalui diri kita...
segala sesuatu yang mengecewakan disepakati menjadi sebuah kesalahan yang harus disesali dan di cap jelek... dicibirkan kemudian dijadikan kemasan utuh untuk yang melakukannya... hingga yang punya diri terbelenggu selamanya dalam ketakutan dan terdiam tanpa mau berbuat apa2 karena dibalut rasa ketakutan yang berlebihan....
hal itu tidak akan menimpaku...
tidak akan terjadi pada diriku...
apapun yang aku lakukan,
terselah bagaimana penilaian orang lain,
mereka akan menyepakati hal itu sebagai sebuah kesalahan
mereka akan mengenangku sebagai seorang terdakwa yang pantas menerima hukuman
mereka tidak akan senang melihat aku terus berusaha bangkit
mereka akan menutup mata, telinga dan membuangku jauh2 dari kebaikan,
mereka akan mmenjarakan aku dalam ketakutan....
sementara itu Tuhan memandangiku dengan senyuman yang abadi
"terimakasih Tuhan... atas semua karuniaMu..."
aku terus berjalan...
kucari dan kutemui mereka yang masih mau menerimaku apa adanya
yang masih mau memberikan tatapan hangatnya
yang masih mau menyambut akrab salamku
yang masih percaya akan kebesaran Tuhan...
satu persatu aku temukan mereka
mereka yang tidak pernah menyepakati apapun
entah itu baik ayau buruk...
mereka menerimaku sebagai manusia yang utuh
karena menurutku merekalah manusia yang utuh...
sesuatu yang disepakati sebagai kesalahan, mereka maafkaan dan lupakan
terkadang dijadikan bahan pelajaran tanpa ada vonis tertentu...
sesuatu yang disepakati sebagai kebaikan, mereka terima dengan penuh syukur...
walau terkadang ada diantara mereka yang tidak percaya pada Tuhan dengan tidak memeluk suatu agama apapun juga...
aku yakin dan percaya...
jika ada banyak orang yang tidak menerimaku,
maka akan ada banyak orang yang akan menerimaku...
karena Tuhan telah menciptakan aku sebagai hambaNya....
Terimakasih Tuhan....
Sungguh Engkau Luar Biasa...Sangat Sempurna....
berbahagialah ketika kamu mampu menerima dirimu apa adanya....
terkadang orang lain hanya bisa menilai diri kita tanpa mau mengenal lebih dalam tentang kita,
mereka tidak pernah mau tau tentang sesuatu yang direncanakan Tuhan melalui diri kita...
segala sesuatu yang mengecewakan disepakati menjadi sebuah kesalahan yang harus disesali dan di cap jelek... dicibirkan kemudian dijadikan kemasan utuh untuk yang melakukannya... hingga yang punya diri terbelenggu selamanya dalam ketakutan dan terdiam tanpa mau berbuat apa2 karena dibalut rasa ketakutan yang berlebihan....
hal itu tidak akan menimpaku...
tidak akan terjadi pada diriku...
apapun yang aku lakukan,
terselah bagaimana penilaian orang lain,
mereka akan menyepakati hal itu sebagai sebuah kesalahan
mereka akan mengenangku sebagai seorang terdakwa yang pantas menerima hukuman
mereka tidak akan senang melihat aku terus berusaha bangkit
mereka akan menutup mata, telinga dan membuangku jauh2 dari kebaikan,
mereka akan mmenjarakan aku dalam ketakutan....
sementara itu Tuhan memandangiku dengan senyuman yang abadi
"terimakasih Tuhan... atas semua karuniaMu..."
aku terus berjalan...
kucari dan kutemui mereka yang masih mau menerimaku apa adanya
yang masih mau memberikan tatapan hangatnya
yang masih mau menyambut akrab salamku
yang masih percaya akan kebesaran Tuhan...
satu persatu aku temukan mereka
mereka yang tidak pernah menyepakati apapun
entah itu baik ayau buruk...
mereka menerimaku sebagai manusia yang utuh
karena menurutku merekalah manusia yang utuh...
sesuatu yang disepakati sebagai kesalahan, mereka maafkaan dan lupakan
terkadang dijadikan bahan pelajaran tanpa ada vonis tertentu...
sesuatu yang disepakati sebagai kebaikan, mereka terima dengan penuh syukur...
walau terkadang ada diantara mereka yang tidak percaya pada Tuhan dengan tidak memeluk suatu agama apapun juga...
aku yakin dan percaya...
jika ada banyak orang yang tidak menerimaku,
maka akan ada banyak orang yang akan menerimaku...
karena Tuhan telah menciptakan aku sebagai hambaNya....
Terimakasih Tuhan....
Sungguh Engkau Luar Biasa...Sangat Sempurna....
berbahagialah ketika kamu mampu menerima dirimu apa adanya....
Langgan:
Entri (Atom)
